Cerpen
My
self
Oleh Nes zheyeng J
Pagi cerah kembali menyambut setiap waktu yang akan aku lalui, pagi ini
juga kembali aku menggendong tas merah kebanggaanku, dengan langkah yang pasti
dan penuh keyakinan menuju sekolah tempat aku menuntut ilmu.
Dan pasti, disekolah bertemu dengan sahabat dan teman-temanku.hari ini kami
mendapat rencana baru, rencana yang
berawal dari salah satu temanku yang bernama keva.keva berkata “hai
teman-teman, bagaimana jika kita pergi ke cafe,cafe baru loh.” “Pasti keren dan
serutuh...” sahut glori salah satu sahabatku. “ya.. tentu aku mau ikut disana
kita bisa mendengar musik, dan selfi.” Sahutku dan kedua temanku yang lagi.
Begitu senang perasaan kami, hingga di tengah jam pelajaran kami terus
bercerita tenteng rencana pergi ke cafe. Banyak teman yang ingin ikut karna
mendengar cerita-cerita kami. Semua sedah kami rencanakan dengan begitu matang.
Di akhir jam pelajaran saya juga bersama dengan teman-temanku, kami saling
mengingatkan tentang rencana kami.
Akhirnya jam pelajaran terakhir
sudah selesai.kami menunggu mobil sekolah. Kami duduk bersama di bawah pohon.
Namun kami sibuk dengan dunianya sendiri. Keva berkata “ha..ha..ha..,imut
banget” ia memainkan hpnya, “aduh kalah lagi...”kata Nina ia memainkan gamenya
,dan aku memainkan hpku sama seperti yang lain membuka instagram. Dan mobil
sekolahpun datang.
Dan akupun tiba di rumah.aku membrsihkan rumah, karna kupikir ibuku akan
senang, dan memperbolehkanku pergi ke cafe. “ibu aku akan pergi ke cafe bersama
teman-temanku”kataku kepada ibuku untuk meminta izin. Tapi ibuku pura-pura
tidak mendengarku.
Namun ibuku mengajak-ku pergi ke kebun , “dek tolong bantu ibu di kebun
samping rumah”kata ibuku. Aku merasa kesal dan jengkel, karna sudah tebayang
olehku akan jorok, gatal-gatal dan jijik,karna harus menaruh pupuk kandang pada
bunga di pot.ibu membolehkanku tidak ikut ke kebun, asalkan aku tidak pergi
kemana-mana soreh itu.ingin sekali hatiku melawan ibuku.
Soreh itu juga ibu menyuruhku untuk mencuci piring, cuuci baju dan bahkan
ibu menyuruh ku untuk membersihkan kandang ayam, sungguh hal yang tidak mungkin
aku tolak, ibu memberiku banyak pekerjaan agar aku tidak pergi ke cafe. Dan
akhirnya sorehitu kerlewatkan.kami tidak jadi pergi ke cafe.
Hari sudah petang ibu
dan kakak memasak makanan untuk makan nanti malam.mulai dari sawi, kangkung,
terong dan masih
banyak lagi.
Makan malampun tiba semua masakan ibu di sajikan di hadapan kami. “wah
banyak sekali makannanya,padahal ibu belum ke pasar sekitar dua minggu dari
manaya?” kata ayahku, “ibu baru saja memanen hasil kebun kita” sahut ibuku .
“tapi telurnya beli di warungkan bu..?” tanya kakaku . “ya... tidak dong.. ibu
mengambil telir ayam kampung di kandang ayam kita” jawab ibu lagi.
Mendengar cerita ibuku aku sangat terkagum karna semua
lauk, pauk berasal dari milik kita sendiri. Tanpa ada pestisida dan obat-obatan
lain-nya. Aku menyasal karana ,aku tidakmau membantu ibu di kebun melainkan
hanya membuang buang uang bahkan waktu ingin pergi ke cafe bersama teman-teman
yang ternyata tidak begitu penting.
Mulai sejak itu aku mau membantu ibuku di rumah bahkan di kebun. Dan tidak
memiliki hasil manfaat yang berguna.
Dan aku memberikan usulan pada teman-temanku untuk membantu orang tua di
rumah. Dan usulanku itu di sambut baik oleh teman-temanku,agar kita tidak usah
keluyuran tidak jelas, lebih baik kita membantu orang tua semampu kita.
**Jangan
pernah membuang-buang waktu sedetikpun, karna waktu yang terbuang tidak akan
terulang lagi
“ Terima kasih”
Oleh
Nes zheyeng J
Komentar
Posting Komentar